

Mutu citra (image quality) yang dihasilkan mencakup semua factor yang mampu memperlihatkan struktur tubuh bagian dalam manuasia secara jelas dan tepat. Karena, tujuan umum dari kebanyakan prosedur pencitraan adalah hal tersebut ditambah lagi bila terdapat kelainan anatomi.
Untuk itu perlu diperhatikan lima factor yang menjadi penentu dalam jaminan mutu citra radiografi. Sehingga mutu citra dan kenampakan struktur anatomi bagian dalam dapat di perlihatkan dengan jelas. Factor tersebut adalah:


- Sensitifitas kontras (contrast sensitivity).
- Kekaburan (blurring).
- Kejernihan tampak (visual noise).
- Bercak (artefak).
- Detil bagian (spatial/geometric) characteristic.
- Batasan dari kenampakan citra radiografi.
- Evaluasi dari mutu citra radiografi.
- Pengaturan dan penatalaksanaan pada teknik radiografi dengan tujuan khusus.
Batasan
dari kenampakan citra radiografi. Hal pertama yang menentukan
karakteristik dan mutu citra radiografi adalah metode pencitraan dan
teknologi yang dipakai untuk menghasilkan citra radiografi. Untuk
pencitraan medik terdapat banyak pilihan:
- Radiografi (termasuk Mamografi).
- Fluoroskopi.
- CT-Scanning.
- US-Imaging.
- MR-Imaging.
- Kedokteran Nuklir (Planar scan, SPECT, PET).
Masing-masing
dari modalitas tersebut akan mempengaruhi bagaimana citra radiografi
dihasilkan. Oleh sebab itu menjadi amat penting bagi radiographer dalam
memilih modalitas radiografi yang dipakai untuk mendapatkan citra
radiografi. Sebagai contoh modalitas CT-Scanning, ketika dipakai untuk
mendapatkan citra radiografi. Untuk mendapatkan citra yang optimal maka
diperlukan pengaturan banyak factor. Oleh sebab itu timbul pertanyaan,
bila citra radiografi yang dihasilkan dapat optimal lalu mengapa kita
harus mengatur-atur parameter yang kita buat? Hal itu disebabkan dalam
bidang medis untuk menghasilkan citra radiografi yang optimal ada banyak
factor yang harus ditukartempatkan dan diperhatikan. Dan masing-masing
keluhan suatu penyakit mempunyai karakteristik citra radiografi yang
berbeda. Disinilah peran ilmu radiografi dari para radiographer diuji
dan diaktualisasikan. Selamat datang teknologi yang menjadi dasar bagi
perkembangan ilmu radiografi.
Teknologi
citra medik sebenarnya merupakan perpanjangan daya penglihatan mata
kita. Sama seperti kalau kita ingin melihat jasad renik melalui bantuan
mikroskop, mengamati benda yang jauh melalui teleskop atau
mentrasformasikan benda dilain tempat melalui televise. Begitu pula
citra medik dan peralatannya menjadi alat Bantu kita dalam mengamati
benda an organ bagian dalam tubuh manusia yang tidak terlihat dengan
mata telanjang.
Sebagai
upaya untuk mengecek kemampuan dan daya penglihatan kita (karena hal
ini bisa disamakan dengan kemampuan untuk mengevaluasi mutu citra
medik), coba perhatikan gambar di bawah ini. Gambar ini berisi beberapa
huruf yang letaknya acak. Pertanyaannya, apakah anda dapat melihat huruf
G, H, I? coba perhatikan baik-baik. Ketika kita mengamati huruf itu
satu persatu, maka kita dapati beda huruf akan beda tingakt
kejelasannya. Itulah yang disebut dengan kontras. Bila kontrasnya tinggi
maka huruf tersebut akan dapat kita lihat dengan jelas, tetapi bila
sebaliknya maka akan semakin sulit kita lihat. Nah derajat kemampuan
kita untuk melihat suatu huruf dengan jelas itu disebut dengan
sensitifitas kontras.
Inilah salah satu cara yang
paling efektif untuk menilai kemampuan kita dalam melihat sesuatu. Di
dalam citra medik sangat diperlukan kemampuan untuk dapat melihat
struktur terkecil dan tersamar dari bagian tubuh manusia. Sekarang
perhatikan lagi gambar yang sama tetapi telah diubah nilai kontrasnya,
dapatkah anda membedakannya?
Factor lain yang
harus kita perhatikan adalah bagaimana suatu gambar radiografi
dihasilkan. Sesungguhnya bila kita perhatikan terdapat dua fungsi yang
terjadi, yaitu:
- Konversi dari kontras fisik (organ) menjadi kontras mata (gambar).
- Transfer dari kontras yang terdapat di dalam tubuh menjadi kontras yang terdapat pada citra medik (gambar).
Hubungan
yang pertama ditentukan oleh proses sensitifitas kontras. Sensitifitas
kontras adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan kontras fisik
terendah yang mampu menghasilkan kontras gambar yang dibutuhkan untuk
dapat diamati. Sedangkan resolusi kontras adalah peristilahan yang biasa
digunakan menyatakan ciri umum dari proses penggambaran citra medik.
Kontras fisik dari citra medik sinar-x
Obyek dan struktur di dalam tubuh memiliki berbagai kontras fisik sehingga keadaan ini akan tergambar dalam kontras tampak dari citra medik. Kontras fisik berbeda pada setiap tempat di jaringan atau organ tubuh. Ciri fisik untuk menghasilkan kontras mata/tampak dari citra medik akan berbeda pada setiap modalitas imajing yang digunakan. Untuk citra medik sinar-x termasuk pemindai CT terdapat dua sumber kontras fisik, yaitu:
Obyek dan struktur di dalam tubuh memiliki berbagai kontras fisik sehingga keadaan ini akan tergambar dalam kontras tampak dari citra medik. Kontras fisik berbeda pada setiap tempat di jaringan atau organ tubuh. Ciri fisik untuk menghasilkan kontras mata/tampak dari citra medik akan berbeda pada setiap modalitas imajing yang digunakan. Untuk citra medik sinar-x termasuk pemindai CT terdapat dua sumber kontras fisik, yaitu:
- Perbedaan tingkat kerapatan obyek (densitas).
- Perbedaan nomor atom unsure (Z).
Radiograf
sinar-x dan pemindai CT biasanya memperlihatkan perbedaan densitas
unsur di dalam tubuh. Karena banyak terdapat udara di dalam paru maka
akan terdapat banyak perbedaan densitas di dalam gambar sinar-x rongga
dada. Pada citra CT juga terdapat perbedaan densitas dari organ yang
ditampilkan, tetapi ia memiliki sensitifitas kontras yang sangat tinggi
bila dibandingkan dengan citra medik radiografi konvensional dan dapat
ditampilkan sebagai perbedaan densitas jaringan yang lebih kecil
(sebagai contoh pada gambaran kepala).
Ketika
tidak terdapat perbedaan densitas yang memadai dari struktur tubuh
pasien untuk menghasilkan kontras tampak yang baik (antara cairan dan
jaringan lunak) maka dapat ditambahkan unsur barium atau yodium agar
terjad kenaikan nilai kontras fisik dan pada akhirnya menyebabkan
kenaikan kontras tampak/gambar. Unsur barium dan yodium merupakan unsur
penyerap sinar-x yang baik. Hal ini disebabkan oleh karena nomor atom
dari unsur tersebut, bukan oleh karena densitasnya (kerapatan).
Memadukan antara sensitifitas kontras dengan kontras fisik
Sensitifitas kontras dari prosedur pencitraan medik harus diatur berdasarkan nilai kontras fisik dari bagian anatomi/organ tertentu. Teknik radiografi yang mempunyai sensitifitas kontras rendah diterapkan pada pencitraan rongga dada (thorax) karena ia mempunyai tingkat kontras fisik yang tinggi (perbedaan densitas).
Sensitifitas kontras dari prosedur pencitraan medik harus diatur berdasarkan nilai kontras fisik dari bagian anatomi/organ tertentu. Teknik radiografi yang mempunyai sensitifitas kontras rendah diterapkan pada pencitraan rongga dada (thorax) karena ia mempunyai tingkat kontras fisik yang tinggi (perbedaan densitas).
Teknik mammografi
membutuhkan sensitifitas kontras yang tinggi karena kontras fisiknya
sangat rendah (jaringan lunak dada). Terdapat beberapa faktor yang
menentukan sensitifitas kontras dari teknik radiografi atau mamografi.
Factor utamanya adalah pengaturan nilai kV.
Kontras Fisik pada Modalitas Ultrasound
Terdapat dua sumber utama kontras fisik yang dapat digambarkan, yaitu:
Terdapat dua sumber utama kontras fisik yang dapat digambarkan, yaitu:
- Gema (Echo) yang dihasilkan oleh perbedaan impedansi akustik jaringan tubuh.
- Gerakan (Motion) biasanya dihasilkan karena gerakan dari sel darah merah.
Diperlukan metode penggambaran yang berbeda terhadap dua tipe kontras fisik tersebut, yaitu:
- Model B (Brightness) menggambarkan intensitas pantulan(refleksi) atau gema (echoes) sebagai derajat terang dari gmbar. Bagian yang terang mengindikasikan permukaan struktur atau batas yang menghasilkan gema (echo) yang kuat (karena perbedaan impedansi akusik yang besar).
- Model Doppler menampilkan aliran darah.
Sensitifitas Kontras pada Modalitas Kedokteran Nuklir
Kontras fisik pada semua jenis radionuklida yang digunakan untuk pencitraan medik (termasuk SPECT dan PET) adalah merupakan variasi radionuklida yang masuk ke dalam tubuh. Kontras fisik tergantung dari perbedaan uptake (tangkapan) dan sebaran (distributions) yang berhubungan dengan variasi fungsi fisiologi dan kondisi patologi. Peralatan pencitraan medik harus diarahkan untuk memaksimalkan sensitifitas kontras pada radionuklida tertentu yang dipakai. Pengaturan yang penting adalah tenaga celah (energy window) didalam Pulse Height Analyzer (PHA) dari pesawat kamera sinar gamma (gamma camera). Karena hal tersebut akan menentukan radiasi dan radionuklida yang ditampilkan.
Kontras fisik pada semua jenis radionuklida yang digunakan untuk pencitraan medik (termasuk SPECT dan PET) adalah merupakan variasi radionuklida yang masuk ke dalam tubuh. Kontras fisik tergantung dari perbedaan uptake (tangkapan) dan sebaran (distributions) yang berhubungan dengan variasi fungsi fisiologi dan kondisi patologi. Peralatan pencitraan medik harus diarahkan untuk memaksimalkan sensitifitas kontras pada radionuklida tertentu yang dipakai. Pengaturan yang penting adalah tenaga celah (energy window) didalam Pulse Height Analyzer (PHA) dari pesawat kamera sinar gamma (gamma camera). Karena hal tersebut akan menentukan radiasi dan radionuklida yang ditampilkan.
Physical Contrast in Magnetic Resonance Imaging
MRI dapat menghasilkan citra medik tampak dari berbagai struktur jaringan tubuh manusia. Kebanyakan citra medik didasarkan pada tiga cirri jaringan di dalam medal magnet (physical):
MRI dapat menghasilkan citra medik tampak dari berbagai struktur jaringan tubuh manusia. Kebanyakan citra medik didasarkan pada tiga cirri jaringan di dalam medal magnet (physical):
- Proton Density.
- T1.
- T2
Sensitifitas
kontras pada cirri jaringan tertentu diatur melalui nilai factor
pengatur tertentu. Tiga bentuk gerakan cairan adalah cirri fisik yang
lain yang dapat dijadikan sumber kontras di dalam MRI. Penggambaran
ketiganya memerlukan teknik tertentu.
Kekaburan (Blurring) dan Ketampakan (Visibility) dari detil citra medik
Bandingkan dua gambar yang terdapat disebelah kanan atas. Apa yang nampak beda pada kedua gambar otak tersebut? Apakah anda sepakat bahwa gambar yang sebelah kiri lebih kabur? Oleh sebab itu marilah kita bahas pengaruh kekaburan terhadap kenampakan citra medik. Gambar sebelah kanan yang mengandung kaburan yang lebih rendah. Sehingga kita dapat melihat kenampakan struktur anatomi yang lebih banyak. Selebihnya adalah kondisi ketika citra medik tersebut mengalami pengurangan kemampuan untuk menampakkan struktur detil dari kontras fisik obyek. Selalu terdapat sejumlah kekaburan di dalam citra medik. Pengetahuan mengenai pengaruh dan bagaimana mengontrol tingkat kekaburan menjadi penting agar kenampakan citra medik yang dihasilkan sesuai dngan standard yang berlaku.
Bandingkan dua gambar yang terdapat disebelah kanan atas. Apa yang nampak beda pada kedua gambar otak tersebut? Apakah anda sepakat bahwa gambar yang sebelah kiri lebih kabur? Oleh sebab itu marilah kita bahas pengaruh kekaburan terhadap kenampakan citra medik. Gambar sebelah kanan yang mengandung kaburan yang lebih rendah. Sehingga kita dapat melihat kenampakan struktur anatomi yang lebih banyak. Selebihnya adalah kondisi ketika citra medik tersebut mengalami pengurangan kemampuan untuk menampakkan struktur detil dari kontras fisik obyek. Selalu terdapat sejumlah kekaburan di dalam citra medik. Pengetahuan mengenai pengaruh dan bagaimana mengontrol tingkat kekaburan menjadi penting agar kenampakan citra medik yang dihasilkan sesuai dngan standard yang berlaku.
Uji Kenampakan Detail
Cara di bawah ini dapat dijadikan upaya untuk menguji kenampakan detil dari suatu citra medik. Huruf dan angka pada gambar di samping, bila kita lihat dari atas ke bawah akan tampak semakin kecil. Maka gambar ini dikatakan semakin detil. Kebanyakan dari kita yang berpenglihatan normal atau dengan kaca mata akan dapat membaca disetiap barisnya. Tetapi apa yang akan terjadi (dapat dilihat atau tidak) bila gambar tersebut kita jadikan kabur (tidak jelas), seperti gambar pada sebelah kanannya?
Cara di bawah ini dapat dijadikan upaya untuk menguji kenampakan detil dari suatu citra medik. Huruf dan angka pada gambar di samping, bila kita lihat dari atas ke bawah akan tampak semakin kecil. Maka gambar ini dikatakan semakin detil. Kebanyakan dari kita yang berpenglihatan normal atau dengan kaca mata akan dapat membaca disetiap barisnya. Tetapi apa yang akan terjadi (dapat dilihat atau tidak) bila gambar tersebut kita jadikan kabur (tidak jelas), seperti gambar pada sebelah kanannya?
Pengaruh dari penglihatan yang kabur
Bila anda tidak dapat melihat dengan jelas gambar disebelah kanan atas, itu bukan karena kesalahan mata anda. Tetapi karena gambar tersebut memang telah dikaburkan (agar kita paham betul bila keadaan tersebut terjadi pada citra medik). Kekaburan menurunkan kenampakan struktur kecil dari kontras obyek. Dan hal ini sering terjadi pada citra medik.
Bila anda tidak dapat melihat dengan jelas gambar disebelah kanan atas, itu bukan karena kesalahan mata anda. Tetapi karena gambar tersebut memang telah dikaburkan (agar kita paham betul bila keadaan tersebut terjadi pada citra medik). Kekaburan menurunkan kenampakan struktur kecil dari kontras obyek. Dan hal ini sering terjadi pada citra medik.
Bila
kekaburan kecil maka obyek yang besar masih dapat kita lihat. Tetapi
apabila kekaburan semakin besar maka bukan hanya obyek kecil yang tidak
bisa kita lihat, obyek yang besar juga akan sulit kita amati. Gambar
model di samping akan dapat menjelaskan kepada kita bagaimana besarnya
efek kekaburan terhadap kenampakan detil dari suatu organ.
Detil dan Ukuran Obyek
Obyek di dalam tubuh terdiri dari berbagai macam ukuran. Semakin kecil ukuran obyek maka semakin detil gambar anatomi yang harus didapatkan. Coba kita perhatikan gambar di samping, pada lingkaran yang kearah kanan akan semakin kecil. Lalu kaitkan kondisi ini dengan ukuran obyek dan detil yang dihasilkan. Sebagai contoh, bila ukuran obyek besar maka detil yang dihasilkan dapat diamati (tidak mengalami kekaburan), begitu pula bila ukuran obyek diperkecil, maka detil yang dihasilkan juga dapat diamati (tidak mengalami kekaburan). Jadi ketika tidak terjadi kekaburan maka baik obyek yang besar maupun yang kecil dapat kita amati. Sekarang bagaimana kalau obyek tersebut kita kaburkan?
Obyek di dalam tubuh terdiri dari berbagai macam ukuran. Semakin kecil ukuran obyek maka semakin detil gambar anatomi yang harus didapatkan. Coba kita perhatikan gambar di samping, pada lingkaran yang kearah kanan akan semakin kecil. Lalu kaitkan kondisi ini dengan ukuran obyek dan detil yang dihasilkan. Sebagai contoh, bila ukuran obyek besar maka detil yang dihasilkan dapat diamati (tidak mengalami kekaburan), begitu pula bila ukuran obyek diperkecil, maka detil yang dihasilkan juga dapat diamati (tidak mengalami kekaburan). Jadi ketika tidak terjadi kekaburan maka baik obyek yang besar maupun yang kecil dapat kita amati. Sekarang bagaimana kalau obyek tersebut kita kaburkan?
Efek Kekaburan pada Deil Citra Medik
Gambar-gambar di samping kanan bawah memperlihatkan pengaruh dari kekaburan. Perhatikan bahwa pada gambar yang besar walaupun kabur tetapi tetap terlihat. Kekaburan mempunyai batas untuk mampu dilihat pada bayangan yang kecil. Sehingga kekaburan itu mengakibatkan keterbatasan penglihatan detil gambar.
Gambar-gambar di samping kanan bawah memperlihatkan pengaruh dari kekaburan. Perhatikan bahwa pada gambar yang besar walaupun kabur tetapi tetap terlihat. Kekaburan mempunyai batas untuk mampu dilihat pada bayangan yang kecil. Sehingga kekaburan itu mengakibatkan keterbatasan penglihatan detil gambar.
Tiga Pengaruh dari Kekaburan
Ada tiga pengaruh dari kekaburan, yaitu:
Ada tiga pengaruh dari kekaburan, yaitu:
- Sebagaimana yang telah kita amati, kekaburan mengakibatkan penurunan kemampuan untuk memperlihatkan detil anatomi obyek. Padahal hal tersebut sangat penting dalam penggambaran citra medik.
- Kekaburan menurunkan nilai ketajaman (sharpness) struktur dan obyek citra medik. Sehingga ketidaktajaman (unsharpness) sering digunakan sebagai pengganti istilah kekaburan (blurring).
- Kekaburan menurunkan karakteristik citra medik yang disebut resolusi bagian (spatial resolution). Resolusi adalah pengaruh dari kekaburan yang dapat diukur dengan mudah dan digunakan untuk mengevaluasi dan menentukan karakteristik kekaburan dari system dan komponen citra medik. Resolusi digambarkan sebagai banyaknya jumlah pasang garis (LP) yang tampak dalam setiap satuan mm. Menaikkan nilai LP/mm biasanya berhubungan dengan menaikkan detil citra medik. Oleh sebab itu resolusi bagian yang tinggi (baik) menandakan kenampakan (visibility) detil anatomi yang akurat.
Signifikasi Klinis dari Kekaburan
Signifikansi klinis dari kekaburan yang muncul pada semua penatalaksanaan citra medik adalah kemampuannya untuk dapat menempatkan batas kenampakan organ terkecil (tanda anatomi, detil obyek) agar dapat terlihat. Banyaknya kekaburan (dan juga visibilitas detil) pada penatalaksanaan citra medik khusus ditentukan oleh kombinasi dua factor, yaitu:
Signifikansi klinis dari kekaburan yang muncul pada semua penatalaksanaan citra medik adalah kemampuannya untuk dapat menempatkan batas kenampakan organ terkecil (tanda anatomi, detil obyek) agar dapat terlihat. Banyaknya kekaburan (dan juga visibilitas detil) pada penatalaksanaan citra medik khusus ditentukan oleh kombinasi dua factor, yaitu:
- Karakteritik kekaburan pada masing-masing spesifikasi dari modalitas citra medik.
- Pemilihan factor teknik dan protocol dari masing-masing modalitas citra medik tersebut.
Membandingkan Detil dari setiap Modalitas Citra Medik
Terdapat rentang nilai kekaburan dari setiap modalitas citra medik sebagaimana yang digambarkan pada gambar di samping. Setiap rentang kekaburan dari modalitas citra medik tersebut ditentukan oleh pemilihan faktor teknik dan protocol.
Terdapat rentang nilai kekaburan dari setiap modalitas citra medik sebagaimana yang digambarkan pada gambar di samping. Setiap rentang kekaburan dari modalitas citra medik tersebut ditentukan oleh pemilihan faktor teknik dan protocol.
Perbedaan tingkat/besar dari satu
modalitas dengan yang lainnya disebabkan oleh karena perbedaan prinsip
dan metode dari formasi pencitraan dan karaktristik disain dari
modalitas tersebut.
Gambar di samping menunjukkan
ukuran kekaburan dan resolusi spasial yang dihubungkan dengan
visibilitas dari detil. Perhatikanlah bahwa dibandingkan dengan semua
modalitas pencitraan medik, prosedur pencitraan medik radiografi
mempunyai tingkat kekaburan yang paling rendah. Oleh sebab itu ia
mempunyai visibilitas detil yang paling baik. Mammography merupakan
prosedur radiografi yang mempunyai nilai kekaburan paling rendah
(mendekati 0.12 mm) dan mampu menampilkan citra kalsifikasi dengan
rentang detil antara 0.1-0.2 mm).
Blur Summary
Ada tiga pengaruh yang spesifik dari kekaburan pada pencitraan medik, yaitu:
Ada tiga pengaruh yang spesifik dari kekaburan pada pencitraan medik, yaitu:
- Menurunkan visibilitas detil.
- Menghasilkan ketidaktajaman citra medik.
- Menurunkan resolusi spasial.
Jumlah (ukuran) dari kekaburan pada prosedur pencitraan medik tertentu ditentukan oleh:
- Ciri rancangan (design characteristics) dari peralatan citra medik.
- Teknik dan factor pengoperasian protocol.
Sehingga kita ketahui bahwa kekaburan itu mempunyai bentuk yang berbeda tergantung dari sumber kekaburannya.
Noise Citra
Bandingkanlah dua citra medik di samping, perbedaan apa yang dapat anda lihat? Esungguhnya setiap citra medik memiliki sejumlah noise tampak (visual noise). Noise adalah suatu ciri citra medik yang tidak diinginkan tampil (undesirable image characteristic) dan menurunkan visibilitas obyek dan struktur tertentu.
Bandingkanlah dua citra medik di samping, perbedaan apa yang dapat anda lihat? Esungguhnya setiap citra medik memiliki sejumlah noise tampak (visual noise). Noise adalah suatu ciri citra medik yang tidak diinginkan tampil (undesirable image characteristic) dan menurunkan visibilitas obyek dan struktur tertentu.
Citra medik pada gambar
samping yang sebelah kiri mempunyai jumlah noise yang relative rendah
dan yang masih dapat diterima sebagai hasil citra medik untuk diagnosis
klinis. Sedangkan citra medik sebelah kanannya memiliki noise yang
tinggi dan semestinya tidak dapat diterima (ditolak) untuk diagnosis
klinis.
Efek dari Noise Tampak
Setiap kolom pada gambar di samping mempunyai seri rentang kontras dari mulai yang tinggi (bagian bawah) sampai yang mempunyai kontras rendah (bagian atas). Terdapat tiga tingkatan (rendah, medium dan tinggi) noise pada ketiga kolom gambar disamping. Ingat! Efek dari noise adalah untuk menurunkan visibilitas dari obyek yang memiliki dengan kontras rendah.
Setiap kolom pada gambar di samping mempunyai seri rentang kontras dari mulai yang tinggi (bagian bawah) sampai yang mempunyai kontras rendah (bagian atas). Terdapat tiga tingkatan (rendah, medium dan tinggi) noise pada ketiga kolom gambar disamping. Ingat! Efek dari noise adalah untuk menurunkan visibilitas dari obyek yang memiliki dengan kontras rendah.
Membandingkan Efek dari Noise dan Kekaburan (Blur)
Baik blur maupun noise sebenarnya merupakan ciri umum unsur yang tidak diinginkan pada citra medik karena bisa menurunkan visibilitas obyek tertentu. Ilustrasi gambar disamping menunjukkan Diagram Kontras-Detil. Ingat! Obyek dirancang menurut penurunan ukuran (detil) dari kiri ke kanan, dan menurut penurunan kontras dari bawah ke atas.
Baik blur maupun noise sebenarnya merupakan ciri umum unsur yang tidak diinginkan pada citra medik karena bisa menurunkan visibilitas obyek tertentu. Ilustrasi gambar disamping menunjukkan Diagram Kontras-Detil. Ingat! Obyek dirancang menurut penurunan ukuran (detil) dari kiri ke kanan, dan menurut penurunan kontras dari bawah ke atas.
Bagian
yang besar dan tinggi nilai kontras obyek di dalam wilayah kiri bawah
harus terlihat sebagai gambaran umum kondisi citra medik yang
semestinya. Anggaplah noise dan kekaburan (blur) adalah dua hal yang
secara bersama menghasilkan “tabir ketidaktampakan (curtain of
invisibility)". Noise menurunkan visibilitas obyek dengan kontras
rendah. Sedangkan blur menurunkan visibilitas obyek yang ukurannya
kecil. Biasanya, kebanyakan obyek dengan ukuran anatomi yang kecil akan
mempunyai nilai kontras yang relative rendah dan visibilitasnya menurun
karena factor noise dan blur.
Noise pada Citra Medik CT
Sumber noise yang paling utama pada radiografi dengan sinar-x (termasuk CT) dan radiografi kedokteran nuklir (termasuk SPECT dan PET) adalah foton energi yang bergerak atau keluar secara acak.
Sumber noise yang paling utama pada radiografi dengan sinar-x (termasuk CT) dan radiografi kedokteran nuklir (termasuk SPECT dan PET) adalah foton energi yang bergerak atau keluar secara acak.
Noise
menurunkan citra medik melalui konsentrasi foton yang besar yang
biasanya dibarengi dengan dosis radiasi yang tinggi terhadap pasien.
Tingkat noise juga dipengaruhi oleh pemilihan nilai tertentu dari factor
protocol pencitraan (di sini dicontohkan pada CT).
Prosedur
penataan pencitraan yang mampu menurunkan nilai noise biasanya selalu
disertai dengan kenaikan nilai paparan pasien atau kebalikannya
berpengaruh terhadap salah satu dari karakteristik gambar, seperti blur.
Tampilan Citra Medik
Kebanyakan citra medik menampilkan salah satu dari ketiga kemungkinan tampilam yang tampak dari tubuh manusia, yaitu:
Kebanyakan citra medik menampilkan salah satu dari ketiga kemungkinan tampilam yang tampak dari tubuh manusia, yaitu:
- Proyeksi (Projection).
- Tomografi (Tomographic).
- 3 Dimensi
Masing-masing dari ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan.
Karakteristik Spasial pada Pencitraan Tomografi
Kebanyakan, modalitas citra medik dengan metode tomografi (CT, SPECT, PET, and MRI mempunyai beberapa karakteristik spasial yang umum. Biasanya, bagian atanomi digambarkan dalam satuan irisan (slice). Setiap slice dibagi ke dalam matriks (array) dari voxels jaringan (volume elements).
Kebanyakan, modalitas citra medik dengan metode tomografi (CT, SPECT, PET, and MRI mempunyai beberapa karakteristik spasial yang umum. Biasanya, bagian atanomi digambarkan dalam satuan irisan (slice). Setiap slice dibagi ke dalam matriks (array) dari voxels jaringan (volume elements).
Citra
digital dari slice dibentuk sebagai matriks piksel (picture elements).
Kecerahan atau warna yang ditampilkan pada setiap piksel mewakili
beberapa karakteristik fisik dari jaringan dalam suatu voksel.
Distorsi Citra & Distorsi pada Radiografi
Citra yang dihasilkan tidak selalu menampakkan karakteristik geometric dan spasial yang sebenarnya dari bagian tubuh. Karakteristik struktur anatomi dan obyek yang dapat diubah bentuknya meliputi:
Distorsi Citra & Distorsi pada Radiografi
Citra yang dihasilkan tidak selalu menampakkan karakteristik geometric dan spasial yang sebenarnya dari bagian tubuh. Karakteristik struktur anatomi dan obyek yang dapat diubah bentuknya meliputi:
- Ukuran (relative).
- Bentuk.
- Letak di dalam tubuh.
Pada
radiografi, kebanyakan distorsi dihasilkan dari variasi magnifikasi
obyek yang berlainan tempat dan arah dari obyek tersebut terhadap berkas
sinar-x.
Posisi Distorsi pada Radiografi
Ukuran relative dan posisi dari obyek mengalami distorsi oleh karena metode proyeksi pencitraan medik yang biasa digunakan pada prosedur radiografi dan floroskopi.
Magnifikasi Geometri pada Radiografi
Magnifikasi obyek ditentukan oleh perbandingan jarak sebagaimana digambarkan pada gambar kanan atas. Jarak dari focal spot ke reseptor yang sepanjang 150 cm biasanya digunakan untuk pemeriksaan thorax agar menghasilkan magnifikasi yang sedikit dan juga untuk menghindari terjadinnya distorsi.
Posisi Distorsi pada Radiografi
Ukuran relative dan posisi dari obyek mengalami distorsi oleh karena metode proyeksi pencitraan medik yang biasa digunakan pada prosedur radiografi dan floroskopi.
Magnifikasi Geometri pada Radiografi
Magnifikasi obyek ditentukan oleh perbandingan jarak sebagaimana digambarkan pada gambar kanan atas. Jarak dari focal spot ke reseptor yang sepanjang 150 cm biasanya digunakan untuk pemeriksaan thorax agar menghasilkan magnifikasi yang sedikit dan juga untuk menghindari terjadinnya distorsi.
Kesimpulan
- Kualitas citra medik secara umum ditentukan oleh kombinasi dari lima karakteristik utama pencitraan.
- Setiap karakteristik akan mempunyai pengaruh terhadap visibilitas struktur dan obyek yang terdapat di dalam tubuh. W sumber: /http://radiologitop.wordpress.com/2013/12/28/mutu-dan-karakteristik-citra-medik/




0 komentar:
Posting Komentar